joyolandoh

kepala desa yang ingin belajar ngeblog

Homepage: http://joyolandoh.wordpress.com

KARAOKE ITU MENYENANGKAN ??

Siang setelah rapat di Kecamatan, beberapa rekan kades tampak kasak kusuk di depan gedung pertemuan kecamatan. Menyadari aku keluar dari gedung kompak mereka menoleh ke arahku. Ada wajah suringah dari mereka, sedikit agak mencurigakan pikirku. Kang Radi dengan tersenyum melambaikan tangan kepadaku mengajak untuk bergabung. Dengan setengah berbisik dia bilang kepadaku ” Kamu kan pernah kerja di cafe dan karaoke, mbok kita-kita ini diajak kesana”.  waduh,.. kecurigaanku seketika terbukti, senyum manis dari mereka ternyata sebuah ajakan berkaraoke, rasanya pengen mengelak dari ajakan itu. meski tak ada yang salah dengan karaoke namun “camilan” itu yang bikin males buat datang kesana. kalo aku bilang takut “ketagihan”.

“sudahlah kamu ga usah iuran, kamu ikut aja, tunjukin mana tempat yang enak dan tentu  yang yahud PK-nya” . Sambung  Kang Parno. Ah..siapa yang cerita jika aku sebelumnya pernah kerja di  tempat itu. Desakan teman-teman Kades akhirnya tak kuasa aku tolak. Berlima kami akhirnya menuju ibukota Kabupaten.

Mereka mengikutiku masuk ke dalam ruangan yang di setting untuk tetap temaram meski diluar terang benderang. Wajah-wajah yang masih tak asing bagiku, tak banyak yang berubah sejak aku keluar beberapa tahun yang lalu. Karyawan menanyakan kenapa tak pernah berkunjung untuk sekedar maen. Beberapa saat aku ngobrol dengan karyawan, karena lama belum pernah bertemu dengan mereka. Alasan sibuk dengan pekerjaan rasanya jawaban yang paling masuk akal. Meski sebenarnya aku malas lagi dateng kesini. Godaan yang terlampau besar untuk membeli sebuah kesenangan palsu dari dari akting para pemainnya.

Sedikit malu Mas Anto bertanya kepadaku. “PK-nya mana nih ?” ….. sebelum aku jawab kang Hardi menimpali   “Yang Gini Ya..” sambil meperlihatkan jempol kanannya,. Aku menjawab singkat “Iya.”.. Aku panggil pelayan cafe untuk membooking Lisa dan Yanti sang Primadona Cafe dan Karaoke itu.

Sekitar 3 jam kami berkaraoke di ruangan 3×4 yang temaram mendekati gelap dengan sound system yang memekakkan telinga. Suara sumbang tak lagi menjadi persoalan , yang penting keluar suara serta bergoyang.

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Setelah Kejadian Siang itu hampir 6 bulan aku tak pernah bertemu, Kang Radi, Kang parno, Mas Anto dan Kang Hardi di setiap rapat di kecamatan. Entahlah aku sendiri  tak mencoba mencari.

Hingga saat telepon berdering dari rekan kades yang lain mengabarkan bahwa Kang Parno Meninggal Dunia. Segera saya dan Perangkat Desa berangkat Menuju Rumah Duka. Suasana sangat ramai, maklum pimpinan Desa meninggal, ditengah suasana duka tersebut dan hiruk pikuk secara tak sengaja Saya mendengar salah satu obrolan yang cukup tidak mengenakkan. Bahwa Kang Parno terkena Serangan Jantung setelah BPD menanyakan keberadaan uang lelang tanah kas Desa yang tak kunjung dilaksanakan untuk Pembangunan.

Setelah Saya klarifikasi dengan Perangkat Desa setempat , ternyata berita itu memang benar adanya, bahkan dia menceritakan selain Kang Parno ada 3 Kades lagi yang bermasalah, yaitu kang Radi, Mas Anto dan Kang Hardi.

Blaik…!!  Ternyata 6 bulan mereka tak muncul di Rapat Kecamatan ?????

yang kudengar bahwa Kang radi, sebulan yang lalu istrinya pulang kerumah orang tuanya karena ditagih pemilik toko bangunan puluhan juta rupiah untuk bahan bangunan rumah yang tak pernah dibangun untuknya.

Mas Anto, Beberapa truknya yang ada di Kalimantan untuk angkutan sawit tak lagi jelas keberadaanya.

Kang Hardi, Usaha toko kelontong yang terbesar di desanya sudah tutup karena tak ada lagi barang yang dijual di tokonya.

Sementara…… Aku hanya bisa gelisah..

………………………………………………………………………………………………………………………..

Rabu sekitar pukul 21.30 . Saya dan istri mampir di warung ayam untuk makan malam  setelah pulang dari piket siang, Saya duduk di ujung bangku yang menjorok keluar sementara istriku duduk didepan penggorengan. Kami memesan tongseng ayam seperti biasanya. beberapa saat setelah makan meski tak sampai 3 sendok. Tak sengaja melihat ada 2 gadis dengan pakaian yang seksi, atasan tank top dan celana jeans super pendek menuju warung. Cewek yang agak kurus keliatan sedikit berjalan agak sempoyongan dan berbicara dengan temannya dengan suara yang agak keras.  Sambil mengunyah makan Saya memandang kepada salah satu gadis tersebut. Sepertinya wajah yang tak asing bagiku.

Dan…. setelah gadis itu hanya terpaut 2 langkah dari tempat Saya duduk, tiba-tiba salah satu dari gadis itu memanggil dengan kata .. “Sayanggggggggg, dengan sepenuh hati “. waktu 10 detik saat tangannya memeluk pundakku.  Rasanya seperti tersengat petir dengan kekuatan ribuan watt, kaku tak bisa bergerak. mulut ini tak mampu mengeluarkan suara, sepertinya tulang ayam melintang nyangkut di tenggorakanku. Aku menunduk saja saat Dia melepaskan pelukannya. Dia ngomong apa, Aku tak lagi mendengarkan. kulirik Istriku menghentikan makannya sambil melotot memandangku, seisi warung memandangku dengan rasa heran. Segera aku minum segelas penuh tehku tanpa mengindahkan rasa panasnya.

Aku berdiri, menghela nafas dan mencoba menenangkan diri, mencoba menguasai keadaan. Dan mengatakan kepada gadis tersebut “Mbak Mabok ya? salah orang kali mbak !!”. untung teman gadis tersebut tak mengenaliku yang kemudian membawanya agak menjauh dari tempat aku duduk.

Tongseng ayam yang biasanya enak menjadi berasa air comberan. Dadaku masih bergetar karena jantung berdegup keras dari biasanya. Aku Pasrah saat nanti tiba di rumah.

KAPOKKKKK !!!!!!!!!!

………………………………………………………………………………………………………………………

@, dari rangkuman kisah nyata rekan-rekan Kades di Kabupaten Pati.

 

, , ,

15 Komentar

Desa Bakaran Menuju Desa Wisata

Desa Bakaran

Betapa terkejutnya Saya  ketika Ketua Ormas  menelepon bahwa pelaksanaan Seminar dan Pelatihan Batik harus dilaksanakan sebelum tanggal 20 September 2013, sementara saat ini Saya berada di Cepu hingga tanggal 15 November 2013. Praktis Saya hanya ada waktu 4 hari persiapan. Sementara file-file data tertinggal di rumah. hmmm rasanya ingin membelah diri saat menemui kejadian seperti ini.

Setiba di Pati langsung saya kerjakan segala administrasi, rencana kegiatan, setting lokasi dan tetek bengek lainnya. setelah semua selesai pada saat setting lokasi seminar tiba-tiba terbersit satu ide yang sedikit nakal pada saat Saya mengetahui bahwa Bapak Haryanto ( Bupati Pati ) berkenan hadir sendiri dalam kegiatan tersebut. Bapak Bupati akan Kami paksa untuk mendeklarasikan bahwa Bakaran harus menjadi Desa Wisata Batik. Sedikit melenceng dari agenda acara namun ini adalah momen yang tepat agar Pemerintah daerah mulai bersikap dan berpikir mengenai produk unggulan lokal Pati. meski dengan peralatan sederhana namun akan memberikan surprise untuk Bupati Pati.

Pengurus Ormas PPD foto bareng dengan Bapak Haryanto Bupati Pati

Diantara narasumber, M Nurul Anwar (LMQ Bogor) dan AM Nugroho (BDS Kanigoro)

 

Hari H pelaksanaan, agenda sedikit terganggu, hal ini sebagai akibat Bupati Pati mempunyai kegiatan yang bersamaan dengan acara Seminar kewirausahaan dan Pelatihan Batik dengan Tema Pengembangan Kewirausahaan ekonomi kreatif berbasis seni budaya yang Kami selenggarakan bekerja sama dengan direktorat Ketahanan Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan ditjen Kesbangpol-Kemendagri . Molor 2 jam dari rencana semula, Namun peserta yang terdiri dari pengrajin dan pengusaha batik setempat tetap antusias dengan kehadiran Bupati Pati. Dalam Sambutan, beliau menyampaikan bahwa telah mengalokasikan dana 4 miliar rupiah untuk pengadaan batik bakaran sebagai seragam wajib PNS di lingkungan pemda Pati. Beliau juga berjanji akan membangun sentra produk unggulan Pati di tempat strategis agar mudah dijangkau oleh pengunjung dari dalam dan luar kota. Sebuah apresiasi yang sangat dinantikan oleh para pengrajin selama ini.

Insiden putus nya tali tirai pembukaan

Disela pembukaan terselip kejadian yang menggelikan dan itu merupakan hal yang Saya kuatirkan akhirnya terjadi. Pada saat pembukaan tabir daftar dan peta pengrajin oleh Bupati Pati, tali yang ditarik yang semestinya akan langsung membuka ternyata putus. Mungkin karena sangat bersemangatnya hingga tali tersebut putus. saya pun mesti naek dan mengambil tali cadangan agar prosesi peresmian secara simbolis dapat terus berjalan. Alhamdulillah tali cadangan berfungsi dengan baik dan Saya terhindar dari rasa malu.

Selanjutnya rangkaian acara berlangsung dengan lancar mulai dari Sambutan dari Bapak Purwanto Hadi ( Ketua Ormas PPD), Materi dari Bapak Sigit Hartoko (Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga), dilanjut dengan paparan mengenai mutu batik oleh Bapak AM Nugroho (Praktisi Batik) dan Ditutup dengan ceramah dan motivasi dari konsultan UMKM M. Nurul Anwar (Lembaga Manajemen Quantum Bogor). Bupati bersama pengrajin juga turut serta pelatihan membatik sebagai upaya memberikan semangat.

Dengan Seminar ini Kami segenap Ormas Peduli Pembangunan Daerah (PPD)  juga berharap agar para pengrajin dan pengusaha batik mampu bersaing dengan daerah lain baik dari segi mutu, pelayanan dan penjualan. Saling bekerja sama dan berpotensi yang sehat diantara para pengrajin batik. Saya beserta rekan-rekan Ormas hanya bisa memberikan jembatan bagi berkembangnya Batik Bakaran untuk bisa berbicara lebih di kancah nasional maupun internasional…

Semangat dan terus dukung berkembang nya produk lokal Pati..

Bapak Haryanto (Bupati Pati) didampingi Purwanto Hadi Ketua Ormas PPD berlatih membatik.

Bapak Haryanto Bupati Pati dan jajaran melihat sebagian hasil karya pengrajin batik bakaran

, , , , , ,

6 Komentar

Obrolan Warung : Sertifikat Tanah Mahal ?

Kuparkir sepeda motor tepat di depan warung mbak wur. Debu yang beterbangan dan sengatan matahari yang panas membuat Saya sedikit terbatuk-batuk Saat masuk ke warung mbak wur. Ada perubahan yang tampak jelas di warungnya, beberapa waktu yang lalu warung masih dengan pembatas dan 2 pintu di kanan kirinya, khas bangunan warung model lama. kini warung mbak wur terbuka dan tampak lebih modern  dengan pintu besi bukaan lebar.

Hanya ada 2 orang yang duduk di warung. Mas Susi Siwar dengan dandanan yang parlente dan Pak Kawi sang juru parkir. Saya seperti biasa duduk di pojok sisi sebelah selatan warung. Memesan minuman coklat hangat lalu memcomot pisang goreng pipit kesukaan saya. Mas Susi Siwar yang duduk di seberang kanan langsung berkomentar. ” Wuihhh.. Kadingaren nyampe sini ? ” dah lupa kaya e. Saya hanya tersenyum, karena memang saya sudah agak lama tidak mampir warung untuk sekedar ngobrol.

Tak berapa lama Pak lilik yang Kepala Unit Bank Pemerintah datang. Meletakkan kacamata lalu duduk berhadapan dengan Saya. Mas Susi Siwar yang sudah selesai makan lalu bertanya kepada Saya. ” Berapa harga balik nama sertifikat sekarang ?”

aku jawab singkat “mahal”.

“berapa mahalnya?” sambungnya..

“tergantung kondisi dan kasus nya mas” jawabku

pak kawi yang duduk bersebelahan dengan mas susi langsung menimpali. “Gae sertifikat saiki edan mas larang e puoooll.!! ” pemerintah mboh pie.. hare mbayar pajakke yo sak kepenake leh ngregani”.

Pas dengan gayanya yang berapi-api mas susi langsung menyaut. ” Nek ngunu direpormasi ae..opo bupatine arep mablikno modal leh??!! ”

tersenyum saya melihatnya..”yo ndak gitu mas..semua sudah ada aturannya di perda kabupaten Pati”

“aturan opo leh” yo ngene iki nek bupati larang, mesti njaluk balen.” Masih dengan bersemangat dia menyambung.

“Gini lo mas. soal pajak  itu kan kalo kasus jual beli yang sudah ada undang-undangnya namun memang untuk pati harga tanahnya yang menentukan melalui perda, bukan melalui nilai jual objek pajak yang njenengan bayar tiap tahun itu. Permasalahan itu yang memang sering di keluhkan masyarakat karena mengakibatkan biaya balik nama sertifikat menjadi mahal. Dan memang kadang ada beberapa oknum yang memainkan sebagai akibat peraturan ini.” begitu aku sedikit menjelaskan kepada mereka.

Sus, koe nek ameh ngrepormasi kono do demo ning kabupaten karo ning DPRD.  ancen saiki do stress kabeh ” Seru pak lilik pada mas susi siwar.

‘Wah yo ra beres nek ngunu. ngene iki nek dilaporno koran yo do ra wani nulis. wis di tuku menowo korane. bener koe pak lilik. saiki stress kabeh..” . tak kalah seru mas susi siwar menimpalinya.

“Kan ada tempat menyalurkan protes mas kalo njenengan merasa keberatan. Demo bisa dengan catatan berijin di kepolisian. atau mengajukan gugatan karena merasa keberatan dengan biaya tersebut. Semua terbuka. Jadi masyarakat sekarang jangan mau kalah pinter dengan pejabatnya. Kalau ada yang melenceng laporkan saja.” jelasku lagi

“Wegah.., Aparat tembelek, pejabat telek ,  pengadilan e yo koyo taek..” sahutnya sambil meninggalkan warung.

Saya, pak lilik, kang kawi dan mbak wur seketika langsung tertawa terbahak-bahak.

Pak lilik langsung menjawab dengan lantang sebelum mas susi menstarter motornya. ” Kowe yo podo ae Stress !!.

seperti itulah penilaian masyarakat sekarang. mereka semakin tak percaya pada jajaran legislatif, eksekutif dan yudikatif. Semua yang ditampilkan tak pernah memberi contoh yang baik bagi masyarakatnya. Masyarakat semakin apatis. Saya hanya berharap masih bisa mencari yang halal ditengah keruwetan hari ini.

, , , ,

4 Komentar

Menunggu MoU

Hari-hari pada bulan oktober ini terasa sedikit lama dari biasanya.  ketika orang mengatakan menunggu adalah pekerjaan yang menjemukan memang benar adanya. Waktu seakan-akan melambat dari seharusnya. Menunggu telp dari jakarta, itulah yang beberapa hari Kami tunggu.

Kami tak ingin kejadian 3 bulan lalu terulang untuk saat ini. ketika perencanaan kegiatan seminar dan pelatihan sudah terencana dengan rapi. Semua pihak sudah terhubungi dan undangan telah tersebar, namun gagal karena  belum adanya MoU. Kami merasakan malu kepada masyarakat dan pengrajin binaan dan terlebih kepada pejabat dan pihak terkait di pemerintah daerah kabupaten. hanya berselang 3 hari dari tanggal rencana seluruh kegiatan dibatalkan.

Untuk itu kegiatan yang sama yang ingin kami adakan bulan november ini persiapannya lebih berhati-hati. Meski proposal sudah terkirim dan sudah di acc namun kami belum bergerak. masih harap-harap cemas dengan penandatangan Mou antara kami (Ormas peduli pembangunan daerah dan kemendagri). Asosiasi pengarajin batik bakaran dan instansi pun belum kami kabari.

Kami masih menunggu kabar dari jakarta. semoga Mou bisa segera di tandan tangani…..

, ,

1 Komentar

Bapak Tua Penjual Kerupuk

Minggu terakhir bulan Sya’ban biasanya diramaikan dengan ritual nyadran. Ziarah kubur sebelum ramadhan bagi sebagian kalangan menjadi sebuah ritual wajib, karena mereka percaya bahwa arwah yang mati pulang kerumah masing-masing,  perlu di jemput. Bahkan kadang-kadang ada yang memberikan sesaji yang di letakkan di depan pintu rumah sebagai tanda sambutan.

Saya pun tak ketinggalan, namun bukan karena ingin menjemput arwah yang sudah meninggal. Hanya ingin mendoakan bapak mertua dan silaturrahmi ke keluarga istri. bertiga sore itu kami berangkat. Saya, istri dan  anak kami ibenk menuju makam bapak, tak lupa kami mampir sebentar di penjual bunga di seputaran alun-alun Juwana. Kami membeli 4 buah bunga, untuk mama, Bapak dan Mbah Kakung. Satu lagi untuk Mbah putri yang seorang Nasrani. Semua kami doakan,soal sampai atau tidak nya doa tersebut biarlah Sang Pencipta yang mengurusnya.

Pada saat membeli bunga, pandangan ku tertuju kepada lelaki tua yang memanggul dua keranjang yang terlihat berat. Pakaiannya lusuh dan kulitnya legam menempel debu jalan yang sedang diperbaiki. Syahdu melihatnya berjalan menyusuri pinggir jalan terbungkuk-bungkuk menahan beban di pundaknya. Ingin kupanggil namun jarak yang agak jauh serta deru kendaraan, memaksa untuk mengurungkan niatku sementara waktu. Setelah istri berbelanja bunga untuk keperluan nyadran, Aku nyatakan niatku untuk sedikit berbagi rejeki dengan Bapak tua pemanggul keranjang tadi.

Sengaja kendaraan Saya perlambat untuk mencari bapak tua tadi, mungkin masih ada di sekitar alun-alun Juwana.Tak lama kemudian Bapak tua yang Saya cari tadi ketemu, sedang duduk di dekat toilet umum sebelah timur alun-alun Juwana. Kendaraan Saya dekatkan di tempat Bapak tua tadi beristirahat. Istriku tanpa menunggu komando segera memanggil bapak tua itu sambil membuka tas untuk mengeluarkan uang sebagai niat untuk bersedekah. Bapak tua  itu bergegas menghampiri serta memanggul keranjang yang ternyata berisi kerupuk udang mentah yang sudah dalam kemasan plastik. Saat melihat istriku mengulurkan uang dan memberi isyarat bahwa ingin bersedekah bapak tua itu langsung berbalik. Kaget kami berdua melihat respon bapak tua itu. Beliau menolak uluran sedekah kami. Kami panggil lagi namun beliau tetap menolak dan berjalan menjauh.

Baru setelah kami sampaikan akan membeli kerupuknya beliau baru berhenti berjalan dan menghampiri kami lagi. Beliau mengambil 2 pak kerupuk didalam keranjangnya. Sambil berkata kepada kami “wong nek iseh kuat angkat junjung ugak pareng njaluk-njaluk.aku iseh iso goleh duit” dalam bahasa indonesia berarti “orang yang masih kuat bekerja tidak pantas untuk meminta-minta/menerima bantuan.Saya masih bisa cari duit (dengan bekerja)..PLAKKK!!!…serasa kepala ini di tampar mendengar perkataan beliau. Segera saya ucapkan maaf  kepadanya dan menjelaskan bahwa kami tidak bermaksut merendahkan beliau.

Tamparan yang nyata bagiku atas kejadian tadi. Orang setua itu tak serenta yang aku pikirkan. Masih mampu berusaha dan pantang untuk di kasihani.Seandainya manusia di Indonesia mampu dan mau bersikap selayaknya bapak tua penjual kerupuk. mungkin tak ada lagi razia di perempatan jalan. tak ada lagi program BLT atau BLSM yang memantik konflik antar warga.

Maaf Bapak tua…kami sempat menyinggung perasaanmu..biar kami cari penggantimu yang lebih pantas mendapatkan.

, , , , ,

5 Komentar

Siang di pojok Warung

Siang itu di warung mbak wur di seputaran alon-alon Pati, Saya duduk di pojok, Bah Pego pria tua itu yang sudah mengkapling ujung bangku didepan pintu masuk sebagai miliknya, mungkin karena lebih isis. Tanpa memesan sang pemilik warung sudah bergegas membuatkan es jeruk nipis dan teh anget kecil. mungkin untuk keseimbangan. Duduk di seberangnya Mas kris pemilik toko sepatu yang cukup terkenal di Pati, berturut-turut Pak Pur, pak katno, Om Endro, Om Cincin n Mas Agung.

Sudah agak lama memang Saya tak pernah Marung, Jadi mungkin agak sedikit ketinggalan info. Obrolan di sini meski kadang ga berujung namun banyak menjadi inspirasi bagi Saya. Cletukannya out of box begitu yang sering pak Beye katakan. Sambil menyeruput kopi krim Saya senantiasa mendengar obrolan itu. Kadang tertawa namun tak jarang mengernyitkan dahi tanda tak begitu paham, bahasanya agak sulit dicerna..hehehehe

Obrolan ramai karena harga BBM yang akan naik. mereka sepakat ga ada polemik mengenai kenaikan harga minyak. karena sebuah keniscayaan untuk sebuah pekerjaan dan sumber daya yang di gali terus di iringi dengan kenaikan harga. Namun yang mereka pertanyakan adalah tak terbukanya pemerintah mengenai biaya yang dikeluarkan sebagai proses operasional hingga menjadi minyak dengan ketentuan harga tersebut. “Seperti kuli aja kita, di bodohi terus menerus,  ga isa ngitung pejabat itu” lontar bah pego. “Bukan ga isa bah, kui emang di sengaja” Sahut om cincin. hmmmm….biaya politik tinggi dealnya emang harus gitu. Lalu aku hanya menggumam, soal tanah kita juga amat bodoh atau dibodohin sampe ga pernah ngerti kandungan nya apa hingga hari ini. Dan sang negara adi kuasa tetep aja di bolehin ngeruk tanah dengan leluasa dan kita hanya di beri 1 % aja. huuuufftt..pantes tetep miskin.

“Para politisi tak ubahnya garong”  bilang om endro. “Kog bisa?. tanya mas Agung. “Coba aja cermati Anggota Dewan yang terhormat itu saat sidang di Senayan.”Jawab om Endro. Soal itu mungkin ada benarnya..Partai relijius yang ternyata kapitalis yang sok nolak kebijakan BBM hanya buat mulihin citra nya ( karena mereka juga udah tau kalo voting pun partai pemerintah tetep menang ), hmm rakyat udah makin pintar,  yang jidatnya item belom tentu karena karena sujud, yang berjenggot tak hanya kambing ( bandot kali yaaa, suka daun muda)..hehehehe..

Yang lebih miris adalah masuknya Dana untuk lapindo di APBN P. apakah ambil alih penanggulangan bencana ini murni untuk kepentingan rakyat korban lapindo atau sekedar deal politik demi kelanggengan dinasti politik??. jawaban nya hanya bisa kita tau tatkala pak Beye dan Pak ical berak..yang keluar apa?? hahahahaha

Siang yang panas di warung yang sumpek menjadikan otak meledak pengen memuntahkan keluh kesah. layaknya mempertanyakan eksistensi jaman sekarang apakah enak masa lalu seperti stiker-stiker di bak truk dan angkot itu yang mengusung bapak pembangunan kita sebagai ikonnya.

Saya sruput lagi untuk yang terakhir kali kopi yang tak lagi panas. sambil membayangkan semoga keadaan menjadi lebih baik, tak menjadi soal harga BBM menjadi 10 ribu asal IDR menjadi 1.000 terhadap $. sehingga anggapan termurah nomer 5 benar-benar terbukti. Dan insiyur indonesia segera pinter buat ngerti isi kandungan tanah indonesia.

, , , , , ,

Tinggalkan komentar

Kemendagri Usulkan Masa Jabatan Kades 6 Tahun

Sumber : www.widyaiswarakemendagri.org
JPPN, Jakarta – Desakan agar pemerintah mengangkat perangkat desa menjadi Pegawai Negeri (PNS), maupun tuntutan masa jabatan kepala desa menjadi delapan tahun, sepenuhnya akan ditentukan dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Desa (RUU Desa) di DPR.

“Sekarang kan sudah ada di DPR, jadi semua dinamika maupun pandangan yang berkembang, ada dalam pembahasan di DPR nantinya,” ujar Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri) Raydonnyzar Moenek, di Jakarta, Jumat (14/12) malam.

Pemerintah menurut Donny -panggilan akrab Reydonnyzar Moenek-, kini sepenuhnya mengikuti mekanisme yang ada. Karena itu menanggapi ancaman perangkat desa akan memboikot Pemilu jika tidak diangkat menjadi PNS, Donny tidak ingin menyikapinya secara berlebih.

Ia hanya menyatakan pemerintah tentu mengharapkan hal yang terbaik bagi semua pihak. Apalagi disadari, perangkat desa merupakan bagian terdepan pemerintah yang bertugas melayani masyarakat. Namun begitu sebagaimana disampaikan Mendagri Gamawan Fauzi, permintaan pengangkatan perangkat desa menjadi PNS, menurut Donny, tetap disesuaikan keuangan negara.

Sementara itu terkait tuntutan masa jabatan kepala desa menjadi delapan tahun, Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dirjen PMD) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tarmizi A.Karim, sebelumnya menyatakan, usulan masa jabatan enam tahun diajukan pemerintah karena dinilai paling rasional. Usulan tersebut dimasukkan dalam RUU Desa setelah melewati pertimbangan yang matang.

“Masa jabatan enam tahun juga sebelumnya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004, tentang pemerintahan daerah. Jadi dalam pandangan kita, keputusan 6 tahun itu sudah rasional dan diputuskan setelah melihat situasi yang berkembang di desa. Jadi tidak adalah masa jabatan di atas itu”katanya.

, , , , , ,

2 Komentar

Belajar Menjadi Serba Bisa

Tempaan keras di tempatku bekerja pertama kali menjadi sangat berguna saat ini. Pernah menjadi tukang fotocopy, bagian gudang, Bagian Logistik, supervisor hingga menjadi seorang manager. pernah pula menjadi konsultan cafe n karaoke. kemudian terjun bebas menjadi pedagang jajanan kecil dan sales air mineral…Semua itu menjadi guru yang sangat luar biasa bagiku.

Pekerjaanku yang sekarang menuntutku menjadi pribadi yang dinamis dan serba bisa. atau lebih tepatnya dipaksa bisa. beragam permasalahan pekerjaan yang datang harus mampu aku selesaikan. Hingga suatu saat datang pekerjaan datang dengan permasalahan yang berbeda- beda pada waktu yang hampir bersamaan. ahh Rasanya ingin membelah diri untuk bisa segera menyelesaikannya. Mereka yang datang kadang tak mau mengenai hambatan mengenai permasalahan yang ada. karena kadang kala yang mereka tau hanya kata HARUS dan SAAT INI.

Saya menyadari banyak dari mereka datang dari tingkat sosial dan sumber daya yang masih kurang. yang mana tak punya lagi tempat untuk bergantung dan menaruh harapan. Sehingga dimata mereka akulah satu-satunya yang bisa dan mampu bagi tempat mereka bergantung dan menaruh harapan.Semuanya aku jalani dengan penuh suka cita, keihlasan dan kekeluargaan. Meskipun kadangkala rasa empati tersebut tak berbanding lurus dengan apa yang aku terima. Masih ada saja yang berprasangka buruk dan mengambil kesempatan demi kepentingan pribadi. Keadaan ini tak jarang menimbulkan friksi antara saya dan istri. Namun itulah dinamika dalam memimpin.

Namun dengan perjalannya waktu Saya berkeyakinan bahwa masyarakat akan mampu secara mandiri tanpa harus selalu bergantung dan pasrah bongkokan . peran Saya hanya menjadi fasilitator dan pengambil resiko dari setiap kebijakan demi kebaikan dan kepentingan masyarakat yang lebih banyak.

Terima kasih kepada wargaku yang telah mengajari untuk menjadi serba bisa dengan menerima keterbatasan yang ada..I LOP U

 

, , , , , , , , , , ,

1 Komentar

PERSIJATIM…..SEMANGAT !!!!

DSC03558

PERSIJATIM (Persatuan Sepakbola Jatimulyo) LANDOH

Bulan ini dunia begitu disibukkan dengan gebyar dan euphoria sepakbola piala Champion. Menahan kantuk demi menyaksikan team kesayangan bertanding. Mencerna kudapan komentar para komentator yang berbusa-busa seolah-olah orang yang paling pinter. Dan sejenak melupakan hiruk pikuk sengketa organisasi sepakbola indonesia yang tak kunjung usai.

Jauh disini, di desa Jatimulyo  Kabupaten Pati mulai anak – kecil sampai orang dewasa sedang gandrung dengan sepak bola. Bukan karena demam Piala Champion atau kompetisi binaan PSSI, bahkan bukan pula kejuaraan klub dari Persipa Pati. Namun mereka baru saja merayakan lapangan sepakbola yang baru setelah puluhan tahun terbengkalai.

Sekarang setelah sekian tahun, sudah punya lapangan sepakbola meskipun belum sempurna apalagi dari biaya mandiri. menghabiskan ratusan truk tanah urug, untuk menata lapangan sedikit lebih layak dari sebelumnya. lalu kepengurusan agar mereka bisa latihan dengan nyaman. Hanya satu yang saya pesankan dan tekankan. jangan meniru PSSI !!! mereka lebih kampungan dari kita yang ada di Desa.

Pertandingan perdana diundanglah Muspika untuk bertanding. Agar pemerintah tahu bahwa urusan sepakbola tak sekedar menaturalisasi pemain luar negeri, berebut jabatan ketua. Namun urusan Sepakbola adalah urusan pembinaan yang berkesinambungan melalui kompetisi yang terjadwal dan jenjang yang teratur.

hmm…Semoga Laskar Saridin bisa mengirimkan bibitnya untuk memperkuat garuda. Selamat berlatih!!!!

, , , , ,

Tinggalkan komentar

Dibalik layar Ketoprak

IMG_5103 Sudah hampir 9 kali Desa di tempat saya tinggal menampilkan pertunjukan seni ketoprak. Kesenian asli jawa yang mulai pudar diterpa kemajuan jaman. Pada jaman keemasan ketoprak, pertunjukkannya tak pernah sepi dari penonton. Warga selalu berduyun-duyun mendatanginya. Namun dari kesembilan pertunjukan itu belom satupun saya menontonnya sampai tuntas. baru tahun ini di acara bersih Desa, memasuki tahun kelima masa saya menjabat, saya sempatkan untuk mengikuti dari awal.

Keinginan itu berangkat dari bangga atas kegigihan pelaku ketoprak sehingga akhirnya saya mencoba mencari tahu manusia-manusia macam apa yang terus memperjuangkan ketoprak agar tetap eksis, rela berkorban baik materi serta tak jarang rela meninggalkan keluarga demi seni ketoprak yang dicintainya. Salah satu orang yang saya temui adalah pak darno yang sudah 20an tahun berpindah-pindah dari satu tempat ketempat yang lain untuk menyalurkan hasrat berkeseniannya.

Pak Darno menceritakan bahwa ketoprak adalah tujuan hidupnya. hampir sepertiga hidupnya dihabiskan di tobong-tobong. Pahit getir kehidupan menjadi wayang ketoprak sudah beliau rasakan. beliau bersama tim nya berdandan, makan, dan tidur di tempat alakadarnya. semua beliau lakukan hanya karena kecintaannya kepada ketoprak. Sebagai sutradara beliau juga harus bisa ngemong anggota lainnya. tak jarang beliau harus mampu meredam gejolak atau konflik yang terjadi diantara sesama anggota.

Ada rasa bahagia yang tak terhingga ketika penampilan kami disukai penonton” begitu katanya” tak terukur oleh materi. Saya tak punya pekerjaan lain selain bermain ketoprak, Namun hingga saat ini Saya tak merasa kekurangan ” sambung Pak Darno”. kesederhanaan dan berlaku hidup apa adanya adalah kunci kebahagian kehidupan. begitu beliau mewanti-wanti kepada Saya. Dan ada satu hal lagi yang beliau pesankan kepada Saya . “Jangan takut menjalani kehidupan yang kamu cintai”.IMG_5184

Dan rasa cinta itu yang menjadikan ketoprak lestari, meskipun tetap saja ada pasang surut. Orang semacam pak darno dan seluruh anggotanya adalah orang-orang yang teguh percaya bahwa ketoprak adalah kehidupan yang mampu memberi hidup baginya dan seluruh keluarganya dengan cara yang sederhana.

, , ,

1 Komentar