Saya membayangkan jika saja keadaan Pati sekarang berada di jaman kerajaan pasti kabupaten Pati sudah luluh lantak karena perebutan kekuasaan. waktu 2 tahun tanpa adanya kepastian hukum dan kepemimpinan akan menjadi lahan yang empuk untuk berebut kekuasaan. Namun itulah keajaiban masyarakat Pati. Tatkala semua elite politik sibuk rebutan tahta kekuasaan mereka seolah tak peduli. Menjadi sebuah anomali bagi pemerhati politik, khususnya yang berkaitan dengan pemilukada
Dalam ketidakpedulian mereka merupakan keuntungan bagi stabilitas keamanan dan ekonomi Kabupaten Pati. Masyarakat Pati tak mudah terprovokasi demi kepentingan sesaat. Tak ada konflik yang menonjol ditingkat bawah. Hanya hembusan-hembusan berita sesat yang selalu dikeluarkan oleh elite politik. 2 tahun yang tentram meskipun tak ada Bupati.
Kini Akhirnya Pati mempunyai Bupati terhitung semenjak 7 Agustus 2012 bertepatan dengan hari jadi Pati Pasangan calon terpilih Haryanto-Budiyono dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pati masa jabatan 2012-2017 di Pendapa Kabupaten. Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo hadir dan melantik pejabat baru di Bumi Mina Tani itu.
Saya hanya bisa berharap pembangunan Pati menjadi prioritas yang utama. dan tak menjadikan proyek pembangunan itu sebagai sarana “nyaur utang” bagi Bupati yang sudah terpilih.
selalu berupaya menyejahterakan rakyat dan merangsang pemodal berinvestasi di daerah Pati. Karena Pati memiliki potensi sumber daya alam cukup besar. Potensi darat, laut, dan gunung sejatinya dikelola dengan benar demi manaikkan kesejahteraan rakyat.
Yo do ndonga wae !!! saiki Pati Nduwe Bupati Nde…
