PIDATO PERPISAHAN KELUAR JALUR

Hari itu adalah tahun ketiga Saya mendapat undangan perpisahan di sekolah dasar (SD) tempat dulu Saya menempuh ilmu. seperti biasa tak pernah Saya menyiapkan teks pidato untuk menyambut perpisahan tersebut. Saya hanya tak ingin sambutan kali ini tak seperti tahun lalu. hanya sekedar mengucapkan selamat kepada ade-ade almamater untuk lebih giat belajar.

Saya dengarkan dengan hikmat sambutan dari ibu Kepala Sekolah yang menceritakan kemajuan SD. mulai dari bangunan fisik,sarana dan tentu prestasi akademik yang membanggakan. Semua adalah tujuan dari sebuah pendidikan baik dari tingkat dasar maupun tingkat tinggi. Adalah sebuah keharusan ketika murid menunjukkan hasil belajarnya melalui nilai yang tertera dalam raport atau ijazah.  Namun ada rasa mengganjal dari hati ketika prestasi murid dari bidang olahraga, seni dan bidang bakat yang lain hanya dibacakan sekilas dan dengan intonasi yang datar-datar saja.

Bukan Saya tidak ingin ade-ade menjadi pintar, namun saya merasa ada yang kurang pas dengan sistem pendidikan yang saat ini berlangsung. Anak-anak SD tak lagi bisa mengekspresikan nikmatnya belajar. mereka  sudah dijejali dengan perasaan takut bahwa anak yang sukses adalah pintar secara akademik. jika raport ada nilai dibawah 4 maka sang anak akan di vonis Bodoh. Dan yang lebih ironi, demi mendapatkan nilai-nilai tersebut kadang guru-guru menghalalkan segala cara.

Demi meraih target lulus 100 %, terhindar dari rasa malu karena sekolahnya ada murid yang tak lulus. Sehingga berimbas kepada minat orang tua tak ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut. Yang akhirnya dana BOS yang keluar akan terkurangi.

Lalu dimana pendidikan moral kepada anak berada?? jika para pendidik, pemerintah dan orang tua sendiri mendewakan nilai akademik diatas segalanya??. sangat naif jika nilai kesuksesan adalah nilai yang berujung kepada materi.

Lalu dalam kesempatan Sambutan itu Saya sampaikan bahwa kesuksesan bukan hanya dari prestasi akdemik, bukan pula dari materi. Anak-anak yang punya bakat olahraga, seni atau prestasi yang laen jangan takut untuk terus belajar lagi. perdalam apa yang menjadi minat dan bakat kalian.

Banyak dari teman-teman kita beranggapan bahwa nilai adalah segalanya. dan Materi adalah lambang kesuksesan. Ketika nilai dan materi menjadi tolok ukur maka mereka sebenarnya terjebak kepada dari tujuan pendidikan itu sendiri

Marilah kita sadari bahwa anak-anak yang masih sekolah dasar tentu masih sangat mudah untuk dibentuk. biarkan mereka berkreasi dan bermain dengan apa yang menjadi minat mereka. Jangan jejali mereka dengan nilai-nilai yang berujung kepada materi.

Banyak orang-orang terkenal yang berangkat bukan dari nilai-nilai akademis. Lihatlah Bambang pamungkas yang berhasil karena suka dan tekun berlatih sepakbola. lihatlah Eko yuli dan Triyatno yang membanggakan negara hanya karena adu kuat angkat besi. lihatlah jay yang meski buta warna namun mampu menjadi sutradara kondang. Koki yang terkenal di hotel dan televisi mungkin pernah punya nilai 3 dalam ilmu matematika. atau lihatlah bill gates atau mark zuckerberg yang tak lulus kuliah namun mampu menciptakan alat yang sangat disukai banyak orang . Dan tentu banyak tokoh laen yang tentu sangat menginspirasi. Banyak dari mereka tak berangkat dari nilai akademis, namun dari minat dan bakat yang mereka sukai.

Saya hanya bisa menyatakan. Sistem nilai yang mengorbankan minat dan bakat anak menjadi tidak relevan. Dan semakin menggerus daya kreatifitas anak…Semoga anak Indonesia tak semakin terjebak…Jangan Takut untuk terus menekuni apa yang kalian cintai.

, , , , , , ,

  1. #1 by wawan_pati on Agustus 5, 2012 - 4:03 am

    Jempol 4 u mas fuad …. Sangat setuju skali mas ….

    • #2 by joyolandoh on Agustus 5, 2012 - 7:52 am

      matur nuwun…wan no mbak iin berapa??

  2. #3 by Klemon on Agustus 5, 2012 - 8:03 am

    that’s my brader.. :>>>>>
    follow our passion.

  3. #5 by Alfian Sanka on Agustus 5, 2012 - 10:09 am

    Dari Tulisan di Papan Tulis aja sudah KELUAR JALUR…coba diperhatikan..PENGLEPASAN bukannya harusnya PELEPASAN..hehehehe

    • #6 by joyolandoh on Agustus 5, 2012 - 10:55 am

      wakakka…jeli banget kaya kuis cari 4 beda.

  4. #7 by pursuingmydream on Agustus 5, 2012 - 1:03 pm

    Semoga pendidikan di Indonesia semakin lebih baik dri tahun ke tahun :-).

    • #8 by joyolandoh on Agustus 5, 2012 - 4:22 pm

      semoga mbak….pas anakkku sekolah dah ga kaya gini lagi..:)

      • #9 by pursuingmydream on Agustus 6, 2012 - 2:49 pm

        Aminnn!!! semoga ya pak Joy ;-)

      • #10 by joyolandoh on Agustus 7, 2012 - 3:31 pm

        okay…okay..okay..amin!!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: