Astana Giribangun

MAKAM PRESIDEN RI KEDUA

Seringkali untuk mengunjungi suatu tempat, Saya tak pernah merencanakan sebelumnya. Ketika lewat Tawangmangu, Saya dan seluruh keluarga melihat  di papan penunjuk jalan ada tulisan yang menunjukkan makam Astana Giribangun. Langsung saja mobil saya belokkan menuju arah makam Presiden RI ke 2 tersebut. Tak sampai 30 menit kami sudah sampai ke kompleks pemakaman.

Tempat yang asri dengan lansekap yang sangat bagus, berada diatas bukit, mencirikan kompleks pemakaman raja-raja jawa. Setelah parkir, kami mesti lapor kepada petugas yang berada di komplek astana giribangun. Hari itu tak banyak yang berkunjung, maklum saat itu hari senin dan tidak liburan panjang.

Tak jauh kami berjalan dan sudah berada di areal kompleks makam, luas bangunan makam kurang lebih 700an meter yang terdiri dari 3 bagian.bagian luar, beranda dan bagian utama. kami masuk secara bergantian. Menurut penjaga makam ruang utama yang bernama Argo Sari dengan bagian yang dilindungi rumah berbentuk joglo gaya Surakarta ini beratap sirap dan dinding rumah terbuat dari kayu berukir gaya Surakarta pula.

Di ruangan ini hanya direncanakan untuk lima makam. Saat ini paling barat adalah makam Siti Hartini, di tengah terdapat makam pasangan Soemarharjomo (ayah dan ibu Tien) dan paling timur adalah makam Ibu Tien Soeharto. Tepat di sebelah barat makeram Ibu Tien terdapat makam Soeharto.

Untuk bagian beranda atau Argo Kembang akan ditempati penasihat, pengurus harian serta anggota pengurus Yayasan Mangadeg yang mengelola pemakaman tersebut. Sementara  ini sudah ada beberapa pengurus yayasan yang dimakamkan di tempat tersebut. Sementara untuk bagian luar atau Argo Tuwuh yang berhak dimakamkan di lokasi itu adalah para pengurus Yayasan Mangadeg ataupun keluarga besar Mangkunegaran lainnya yang mengajukan permohonan.

Setelah tahlil kamipun segera keluar karena ada rombongan lain yang ingin masuk kedalam. Pak Harto dan Bu tien dengan segala kontroversi yang ada, adalah orang yang patut kita ingat jasa-jasanya..seperti falsafah beliau. Mikul Dhuwur Mendem Jero

, , , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: