Sang Maestro itu asli Pati

IBU LARASATI SULIANTORO SULAIMAN.

Berbincang – bincang dengan sang maestro batik tentunya sungguh menyenangkan.banyak pengalaman dan ilmu yang beliau tularkan. sang maestro itu adalah Ibu Larasati Suliantoro Sulaiman yang menjadi ketua paguyuban batik seluruh Indonesia sekar jagad. Pada saat pertama menjalalin komunikasi melalui telepon seminggu menjelang Sarasehan. kesan pertama adalah beliau sangat ramah dan sangat runtut dalam berbicara.

Bersama Ibu Larasati Suliantoro dengan mobil batik nya

Saat sarasehan yang diadakan oleh Ormas PPD kabupaten Pati. beliau menuturkan bahwa Dalam kebudayaan Jawa, batik bukan hanya suatu bahan sandang, “nyamping” untuk busana sehari-hari maupun perhelatan, tetapi juga sesuatu yang selalu menyertai lingkar kehidupan manusia Jawa (bahkan Indonesia) dari lahir sampai meninggal. Dikenal berbagai batik untuk upacara sebelum kelahiran, disaat lahir, saat khitanan, tetesan, tingkepan, pernikahan, maupun berbagai keperluan pemakaman. Dikerajaan Jawa bahkan diberbagai upacara “labuhan” batik diberikan ke Puncak-puncak Gunung dan Samudera Selatan. Bayi dibungkus dengan batik ragam hias tertentu, digendong dengan selendang batik yang indah berbunga-bunga bahkan si sakit diharapkan cepat sembuh dengan diselimuti batik yang dibuat oleh Ibunya sendiri. Masyarakat Jawa mengakui batik adalah jati diri, seseorang dikenal dari busananya.

Keterkejutanku adalah tatkala bertemu muka untuk pertama kalinya. Dalam pikiranku Ibu Larasati Suliantoro S, masih berumur 50-an tahun,  ternyata sudah berumur 70-an..hehehe…masih cantik dan masih energik dalam menyampaikan materi. Usut punya usut Bu Larasti Suliantoro ternyata adalah asli daro kota Pati. Beliau mempunyai garis keturunan dari Pati yang berdomisili di jalan jenderal sudirman pati. semenjak remaja beliau selalu berpindah-pindah tempat. dan sekarang beliau tinggal di di Jogjakarta. Apresiasi yang dalam Saya sampaikan karena ibu Larasati Suliantoro ternyata masih ingin menyumbangkan segala ilmunya kepada tanah kelahiran demi melestarikan Batik Pati,..

Hal tersebut tentu diharapkan menjadi pelecut semangat kami yang warga Pati untuk tetap melestarikan batik Pati sebagai Warisan Budaya.

Saluut buat Ibu Larasati Suliantoro

About these ads

, , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: