Mas IngGi NgeBlog lhoo

Sedang ramai diperbincangkan didalam grup media sosial bahwa Pati Selatan sedang dilanda banjir. Trenyuh mendengar kabarnya. Kurun waktu 5 tahun ini Kayen dan sekitarnya hampir pasti dilanda banjir setiap tahunnya. Bahkan beberapa tahun yang lalu terjadi banjir Bah yang menghempaskan beberapa rumah.

Pati Selatan yang bertipikal dataran tinggi tak seharusnya mendapat banjir. Mengingat kisaran waktu 10 tahun yang lalu. Daerah Pati selatan sangat jarang dilanda banjir. Sebelum perambahan hutan dan penambangan galian liar masif dilakukan oleh sekelompok orang yang tak bertanggung jawab.

Masih belum terlambat untuk menyelamatkan ekosistem yang ada di Pati Selatan. Banjir yang rutin datang tiap tahun mestinya menjadi peringatan bahwa penyelamatan kawasan kendeng harus segera dilakukan. Gembar gembor save kendeng tanpa upaya menghentikan penambangan liar dan upaya yang nyata dari semua pihak hanya tinggal menunggu waktu banjir yang lebih besar datang lagi. Dan itu bukan merupakan musibah tapi akibat yang sengaja disepakati untuk segera terjadi.

Sejauh pemahaman saya mengenai makna pahlawan. Adalah seseorang yang telah berjasa dalam perjuangan membela kebenaran. Entah dalam bidang apa saja baik yang bersifat pribadi maupun secara umum/kalangan orang banyak.

Setelah muncul penghinaan terhadap salah seorang pahlawan yang dijadikan sebagai gambar mata uang yang baru. Hanya karena alasan tidak dikenalnya pahlawan tersebut. Atau karena kebodohan mereka sendiri yang tak mengenal pahlawan yang dimaksud. Yang pasti orang yang sudah ditetapkan pahlawan oleh Negara tentu dalam perjalanan hidup nya telah memperjuangkan kebenaran Negara dan berjasa sangat besar terhadap perjuangan bangsa dan negara Indonesia.

Lalu tiba-tiba tersiar berita bahwa telah ditetapkan seorang yang dalam perjalanan hidup nya menebar kebencian menjadi seorang Pahlawan, maka definisi pahlawan mengalami pendangkalan maknanya. Penalaran waras apa yang digunakan sehingga memberikan gelar pahlawan kepadanya?

Ahsuudahlahhh. semoga Saya masih waras diantara orang orang yang mengaku waras Saat mencerna tulisan teman sufi Saya yang penggemar dangdut Monata

Burung Gereja belum tentu Nasrani, Emprit Haji belum tentu Islam, Ayam Bangkok juga belum tentu Buddha.
Dan manusia yang beragama belum tentu ber Tuhan.

Yuk kita telolet ajah..