Mas IngGi NgeBlog lhoo

Ketika Aku masih sering berkunjung ke beberapa daerah di luar Jawa , dan menginap di hotel yang berbintang . Aku seringkali menyantap salad sebelum makanan utama. Menjadi Menu favoritku Karena rasanya segar dan enak. Dan tentu jarang Aku jumpai dirumah. Pengalaman makan itu Aku ceritakan kepada istriku.

Sore itu, entah karena penasaran atau ingin menyenangkan Aku. Belanja lah Istriku ke pasar. Ingin mencoba membuat salad. Sayuran segar berwarna hijau itu memenuhi bagasi.
Istriku tersenyum kepadaku .

Selepas solat magrib . Dia mulai sibuk di dapur . Sementara Aku masih mengurus pekerjaan sambil mengawasi anak anak bermain dikamar. Saat makan malam tiba dibawakan lah Aku semangkuk sayuran hijau. Lalu Aku makan, Segar tak jauh dari rasa salad yang sering Aku makan di hotel berbintang. Meski rasanya sedikit asam, menurutnya karena perasan jeruk nipis yang terlalu banyak .

Salad bikinan istriku , Aku lahap hingga tak bersisa. Istriku kembali tersenyum penuh rasa bangga. Masakan hasil jerih payahnya ludes. Aku yang Kenyang dan tak lama kemudian mengantuk.
…………..
Keesokan hari aku bangun lebih pagi dari biasanya , perutku rasanya tak karuan. Berkeringat dingin menahan mules. Aktivitas nongkrong bertambah lama. Dan bolak balik keluar kamar mandi untuk yang kesekian kalinya.

Melihatku seperti itu, Lalu istriku menyambutku diluar pintu kamar mandi dengan senyum manis nya . Memberikan Aku sebungkus obat mencret dan segelas air minum. Aahhh .. Betapa beruntungnya Aku mempunyai istri yang pengertian.

Sambil berbisik kepadaku
“Pak, maaf yaa.. mayonaise saladnya ternyata expired 6 bulan”

Dyarrrrrrrrrr..
Setengah berlari, Aku balik lagi menutup pintu kamar mandi. Dan preeeettttt .. ah mencret lagi.
…….

Gambar : Hijaz id

Kita yang hidup di Jawa tak akan kaget ketika Bulan Besar (Dzulhijah) adalah bulan panen undangan acara. Bisa khitanan, Pernikahan atau kegiatan tasyakuran lainnya. Sudah menjadi tradisi pula setiap ada acara yang diadakan mengundang saudara atau teman dengan memberikan nasi kotak lengkap ataupun roti sebagai pelengkap undangan tersebut.

Alangkah beruntung nya aku yang sudah 6 tahun ini menjadi orang yang tak pernah ketinggalan satu undanganpun dari setiap warga yang punya acara di Desa. Baik di Desa Aku tinggal ataupun desa-desa sekitarnya.Dan menjadi sebuah kewajibanku untuk datang memenuhi undangan tersebut. Tak ketinggalan selalu ada salam tempel untuk si empunya hajat. Demikian aku lakukan setiap hari di berbagai tempat selama sebulan penuh di Bulan Besar (Dzulhijah).

Aku tak pernah protes, kenapa hanya aku yang mendapat undangan sebegitu banyaknya. Aku hanya selalu bertanya, kenapa semuanya di Bulan Besar (Dzulhijah) ?? tak adakah bulan lainnya untuk menggelar acara hajatan? .

Kini Bulan Besar (Dzulhijah) hampir lewat. Suasana di Desaku mulai berangsur sunyi tak terdengar musik dangdut bersahutan. Dan aku mulai bisa bernafas lega. Istirahat sejenak dan mulai menabung lagi untuk persiapan Bulan Besar (Dzulhijah) berikutnya.

Jatimulyo.
bulan Dzulhijah .