Jogjakarta (4) : Museum Ullen Sentalu
Ditulis joyolandoh di Catatanku, Pribadi pada Mei 8, 2012
Sudah mulai gelap ketika kami sampai di pintu masuk Ullen Sentanu, hanya ada Saya dan istri serta 2 orang ibu dari jakarta. Ketika kami tanya petugas tiket masuk, tak segera kami di beri tiket tanda masuk. Mesti berkomunikasi dulu dengan petugas pemandu karena memang jam tutup Museum tinggal 10 menit lagi. Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp 25.000 ( wisman dua kali lipatnya) kami dipersilahkan masuk dengan catatan jam kunjungan hanya 30 menit, separuh dari jam kunjungan biasanya.
Atas permintaan dari pemandu kami harus mematikan kamera. seperti yang dituturkan pemandu bahwa Museum Ullen Sentalu mulai dirintis pada tahun 1994 dan diresmikan pada tanggal 1 Maret 1997, yang merupakan tanggal bersejarah bagi kota Yogyakarta. Peresmian museum dilakukan oleh KGPAA Paku Alam VIII, Gubernur DIY pada waktu itu. Secara kepemilikan, museum swasta ini diprakarsai keluarga Haryono dari Yogyakarta dan berada di bawah payung Yayasan Ulating Blencong dengan penasehat antara lain: I.S.K.S. Paku Buwono XII, KGPAA Paku Alam VIII, GBPH Poeger, GRAy Siti Nurul Kusumawardhani, Ibu Hartini Soekarno, serta KP. dr. Samuel Wedyadiningrat, Sp.(B). K.(Onk).
Museum Ullen Sentalu Terletak di kawasan wisata Kaliurang tepatnya di dalam Taman Kaswargan dengan luas tanah 11.990 m2. Secara filosofis, nama Kaswargan dipilih karena terletak di ketinggian lereng Gunung Merapi, di mana kultur masyarakat Jawa menganggap Gunung Merapi sebagai tempat sakral. Kaliurang merupakan kawasan wisata gunung dengan jarak 25 km dari pusat kota Yogyakarta,
Museum Ullen Sentalu di buat dibawah tanah sehingga beberapa kali kami harus bergelapan-gelapan karena operator museum mematikan listrik tepat pukul 4 sore, akhirnya pemandu membawa lampu darurat untuk menerangi lorong-lorong museum yang kami lalui
Pemandu menerangkan bahwa Visi museum Sebagai Jendela peradaban seni dan budaya Jawa dan juga mempunyai Misi untuk Mengumpulkan, mengkomunikasikan dan melestarikan warisan seni dan budaya Jawa yang terancam pudar guna menumbuhkan kebanggaan masyarakat pada kekayaan budaya Jawa sebagai jati diri bangsa
Profil per Ruang Hingga saat ini Museum Ullen Sentalu sudah memiliki beberapa ruang, yaitu Ruang Selamat Datang, Ruang Seni Tari dan Gamelan, Guwa sela Giri, 5 ruang di Kampung Kambang, Koridor Retja Landa, serta Ruang Budaya. a. Ruang Selamat Datang
Selain sebagai “Ruang Penyambutan tamu/pengunjung museum”, di bagian ruang ini juga terdapat banner latar belakang pendirian museum Ullen Sentalu serta arca Dewi Sri, simbol kesuburan.
b. Ruang Seni Tari dan Gamelan
ruang ini memamerkan seperangkat gamelan yang merupakan hibah dari salah seorang pangeran Kasultanan Yogyakarta dan pernah dipergunakan dalam pertunjukkan wayang orang dan pagelaran tari di kraton Yogyakarta. Selain itu, di ruang ini juga terdapat beberapa lukisan tari.
c. Guwa Sela Giri.
Suatu ruang pamer yang dibangun di bawah tanah, karena menyesuaikan dengan kontur tanah yang tidak rata. Ruang ini berupa lorong panjang yang merupakan perpaduan Sumur Gumuling Taman Sari dan gaya Gothic. Arsitektur Guwa Sela Giri didominasi dengan penggunaan material bangunan dari batu Merapi. Ruang ini memamerkan karya-karya lukis dokumentasi dari tokoh-tokoh yang mewakili figur 4 kraton Dinasti Mataram. Melalui karya-karya lukis dokumentasi para tokoh yang dikemas dalam karya fine arts serta didukung kelengkapan data sejarah yang berkaitan, maka suatu interaksi antara karya seni, pengungkapan data-data seni budaya dan sejarah dari suatu peradaban yang intangible dapat terkomunikasikan secara kaya dan bebas.
d. Kampung Kambang
Merupakan areal yang berdiri di atas kolam air dengan bangunan berupa ruang-ruang di atasnya. Konsep areal ini diambil dari konsep Bale Kambang dan konsep Labirin. Kampung Kambang terdiri dari lima ruang pamer museum, yaitu: Ruang Syair untuk Tineke, Royal Room Ratoe Mas, Ruang Batik Vorstendlanden, Ruang Batik Pesisiran, dan Ruang Putri Dambaan.
f. Sasana Sekar Bawana
Di ruang ini dipamerkan beberapa lukisan raja Mataram, lukisan serta patung dengan tata rias pengantin gaya Surakarta serta Yogyakarta.
Di akhir kunjungan kami mendapat mendapat suguhan minuman spesial yang resepnya merupakan warisan Gusti Kanjeng Ratoe Mas, putri Sultan HB VII yang disunting sebagai permaisuri Raja Surakarta, Sunan PB X. Konon, minuman ini memberi kesehatan dan awet muda. Namun ketika Saya tanya apa resepnya, pemandu hanya bilang rahasia..harus sering kesini kalo gitu. biar awet muda hehhehe
Areal Taman Kaswargan didominasi oleh hutan alami sehingga sangat pas jika untuk foto pre wedding, Saya pun tak ketinggalan foto-fotdan bagian-bagian taman yang menonjolkan atmosfer pegunungan. Pada bagian-bagian tertentu terdapat patung-patung yang menjadi museum outdoor. – Beukenhof Restaurant
Rancang bangun Taman Kaswargan sebagai obyek wisata budaya dan alam tak terelakkan harus dilengkapi dengan sarana pendukung lain, seperti restaurant. Restaurant Beukenhof diambil dari bahasa Belanda yang berarti bangunan yang dikelilingi pohon-pohon, seperti yang dapat pengunjung nikmati di restaurant dengan bangunan yang dirancang bergaya arsitektur kolonial .
- MUSE
Toko souvenir didirikan sebagai pendukung dalam unsur pariwisata kawasan Taman Kaswargan.
Jogjakarta (3) : Museum Gunung Merapi
Ditulis joyolandoh di Catatanku, Pribadi pada April 13, 2012
Ceritanya kami tersesat , sewaktu mencari Museum UllenSentalu. Selepas dari Bebeng-Kaliadem banyak rambu yang rusak dan Saya lupa jalan tembus yang menuju kaliurang, Saya hanya ngikutin papan penunjuk museum, tak tahunya justru nyampe ke Museum Gunung Api Merapi (MGM) ini.
Terletak sekitar 2 km dari Kawasan wisata Kaliurang, di lereng Merapi, tepatnya di Jalan Boyong, Dusun Banteng, Desa Hargobinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman. Menempati areal yang cukup luas, menurut profil museum mempunyai luas bangunan sekitar 4,470 yang berdiri di atas tanah seluas 3,5 hektar, museum yang ke depan juga akan dilengkapi dengan taman, area parkir, dan plasa ini ingin dikenal masyarakat sebagai ‘Museum Gunungapi Merapi, Merapi Jendela Bumi’.
Museum ini mungkin di siapkan menjadi geo-wisata di DIY serta diharapkan menjadi wahana edukasi konservasi yang berkelanjutan serta pengembangan ilmu kebencanaan gunungapi, gempabumi, dan bencana alam lainnya.Museum Gunungapi ini juga dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan, penyebarluasan informasi aspek kegunungapian khususnya dan kebencanaan geologi lainnya yang bersifat rekreatif-edukatif untuk masyarakat luas dengan tujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman tentang aspek ilmiah, maupun sosial-budaya dan lain-lain yang berkaitan dengan gunungapi dan sumber kebencanaan geologi lainnya.
Belum banyak pekerja yang ada disana, mungkin baru akan diresmikan. Masih sepi dan tak adanya pemandu yang ada di museum menjadikan kami kesulitan memahami apa yang ada di museum, Saya hanya bisa membaca informasi dari selebaran yang ada di museum diantaranya:
1. Informasi ilmiah kegunungapian, kegempaan dan gerakan tanah yang merupakan proses dinamika geologi, dicerminkan diantaranya dalam informasi model pembentukan, mekanisme terbentuknya maupun proses-proses yang menyertainya.
2. Informasi fenomena gunungapi terbentuk sebagai hasil proses-proses geologi, yang tampil dipermukaan bumi diantaranya berupa bentang alam gunungapi, struktur geologi gunungapi, produk hasil letusan gunungapi, dan produk-produk hasil proses lainnya.
3. Informasi mitigasi bencana gunungapi, gempabumi, tsunami, gerakan tanah yang ditampilkan dalam bentuk informasi sistem monitoring, penelitian dan pengamatan, sistem peringatan dini, dan upaya mitigasi bencana diantaranya menyangkut sistem penyelamatan masyarakat terhadap ancaman bahaya letusan gunungapi, kegempaan dan gerakan tanah.
4. Informasi sumberdaya gunungapi, sebagai potensi yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat, pengembangan infra-struktur dan lainnya.
5. Informasi aspek sosial budaya diantaranya menyangkut kehidupan, budaya/tradisi, mitos dan lainnya yang berkaitan dengan lingkungan dan keberadaan suatu gunungapi
Design gedung yang futuristik sangat menarik untuk spot foto. Puas melihat-lihat kamipun meneruskan mencari dan menuju Museum UllenSentalu.
Jogjakarta (2) : Bebeng-Kaliadem
Ditulis joyolandoh di Catatanku, Pribadi pada April 12, 2012
Setelah dari rumah Mbah Marijan Saya dan istri, kemudian melanjutkan perjalanan ke Bebeng-Kaliadem. Gerimis menyertai kami menuju ke gardu pandang yang ada disana. kami bertedung di tempat parkir yang dibangun seadanya setelah letusan Gunung Merapi yang menewaskan salah seorang relawan didalam bunker akibat terperangkap awan panas (wedus gembel).
pintu tiket masuk pun dibuat seadanya, hanya dari batang pohon bambu dengan 2 orang penjaga. jajaran toko-toko yang menawarkan suvenir dan makanan juga masih seadanya. hamparan tanah yang dulu hijau sekarang hanya ada pasir dan batu seukuran badan orang dewasa, bahkan ada yang seukuran rumah. Bukit yang dulu tebentang hutan cemara tak lagi hijau. Hanya ada beberapa pengunjung yang berjalan di sekitar bunker. membayangkan penderitaan relawan yang tewas didalamnya.
Di dekat runtuhan bangunan ada penjual edelweis.seorang ibu dengan kedua anaknya..hmm..jadi inget masih lalu. rayuan gombal dengan bunga edelweis. hehehhehe..ga jadi diterusin ah.bahaya !!.. tak jauh dari bangunan itu terhampar sungai yang curam sebagai jalur lava dari Gunung Merapi. agak jauh berdiri dari bibir sungai karena kerikilnya banyak dan agak licin karena gerimis beberapa saat baru berhenti.
Hanya sekitar 30 menit kami di Bebeng-Kaliadem, waktu sudah agak sore, demi mengejar jam buka Museum Merapi dan Museum Ullen Sentanu yang ada di kaliurang.
Jogjakarta (1) : Mbah Maridjan (M.Ng Suraksohargo)
Ditulis joyolandoh di Catatanku, Pribadi pada Maret 30, 2012
Perjalanan ini adalah pertama kali kami lakukan semenjak menikah. Karena bisa dikatakan selama berpacaran kami tidak pernah keluar untuk jalan bareng. Kami pun merencanakan untuk ke kota Jogjakarta. Meskipun Saya 6 tahun di kota ini namun jarang-jarang menghabiskan waktu untuk berlibur ke tempat wisata..mahasiswa kuper kali ya.hehehehe. Wisata kaliurang yang hanya berjarak 10 km aja bisa dihitung dengan jari berapa kali Saya kesana.
6 jam perjalanan dari Pati – Jogjakarta. Dengan naik bus yang tiketnya sudah naik lipat 2 dari awal Saya kuliah. Tiba di Jogjakarta sudah malam sekitar pukul 9. kemudian langsung menuju ke rumah saudara di daerah penghasil bakpia pathuk.
…………………………………………………………………………………………
Pagi kami dah berangkat, ada banyak tempat yang ingin kami kunjungi. Selain tempat wisata, kami ingin sowan ke Bapak kos yang sudah Kami anggap seperti Bapak sendiri untuk silaturahmi. Bapak kos Saya meskipun sudah sepuh masih keliatan sehat. Maklum tiap bagi beliau selalu jalan kaki ke pasar atau pun ke tegalan. Sekitar 2 jam kami ngobrol kangen-kengenan, maklum sudah 6 tahun kami tak pernah bertemu semenjak kelulusan Saya pada tahun 2004. waktu yang berlalu seakan cepat dan rasanya baru kemaren aja. meskipun belum puas kami mohon pamit untuk melanjutkan perjalanan.
Tujuan pertama kami menuju rumah kediaman mbah Marijan ( kami berkunjung tepat 1 minggu sebelum mbah marijan meninggal ). 2 kali Kami bertanya kepada warga sekitar untuk menunjukkan rumah mbah Marijan. rumah sederhana dengan banyak berjajar kursi. hal ini cukup wajar mengingat Mbah Marijan cukup terkenal sebagai juru kunci yang bagi kalangan awam tak manut kepada Sultan HB X. terlebih ketika beliau membintangi iklan salah satu produk minuman. keterkenalan Mbah Marijan terlihat tatkala Kami membubuhkan tanda tangan untuk buku tamu yang sudah disediakan. Tamu mbah Marijan Sangat banyak dan tersebar dari seluruh Nusantara bahkan sampai luar negeri.
Kami menunggu beberapa saat sebelum bisa bertemu dengan Mbah Marijan, ada rombongan tamu dari Sulawesi yang belliau terima. di dinding sebelah barat rumah Mbah Marijan terpampang foto Sultan HB I – HB X, namun foto-foto yang dominan adalah foto HB yang IX. nanti akan Saya tanya alasannya. terpampang pula foto diri dan karikatur Mbah Marijan yang di buat oleh seniman dalam sebuah acara yang dihadirinya. Disebelah foto-foto tersebut ada tombak dan beberapa piagam.
Sekitar 20 menit kemudian tamu dari Sulawesi berpamitan. Tinggal Saya dan istri yang ada. Mbah Marijan menghampiri kami yang duduk di deretan kursi sebelah barat. Setelah memperkenalkan diri. obrolan sedikit agak mencair. Beliau pribadi yang humoris dan sangat sederhana. hal ini terlihat dari hasil dari iklan minumannya sebagian besar disumbangkan untuk membangun Masjid tak jauh dari rumahnya. sementara beliau hanya tinggal dirumah yang kecil. Mbah Marijan juga tak mau di foto bersama, beliau mengatakan karena tak ingin menjadi orang yang sombong. oh ya perbincangan kami lebih dominan menggunakan bahasa jawa karena beliau agak keberatan ngobrol dengan bahasa indonesia ( menurut beliau = bahasa gedrig ).
Ada yang menarik ketika Saya bertanya mengenai alasan Mbah Marijan tak mau turun sewaktu gunung merapi meletus ( sampai dengan letusan yang kedua ). Beliau berpendapat bahwa yang mengangkat adalah HB IX, untuk bertugas menjadi juru kunci, pantang bagi Beliau untuk lari dari tanggung jawab meskipun yang memerintah sudah lama meninggal. Kesetiaan dan rasa hormat yang tinggi kepada atasan yang menjadikan mbah Marijan seolah menjadi orang yang membangkang. Sikap Amanah terhadap tugas yang diemban dengan rasa tanggung jawab ( bahkan sampai meninggalnya ) inilah yang tak pernah kita temui dalam diri pejabat kita sekarang. Amanah adalah barang basi bagi politisi.
Tak terasa hampir satu jam kami berbincang dengan mbah Marijan. Banyak petuah yang bisa menjadi contoh. Kesederhanaan, tanggung jawab, Amanah dan mempunyai loyalitas tinggi adalah sikap yang mesti kita ikuti. kami pun pamit untuk melanjutkan perjalanan.
Sayang….Tepat satu minggu setelah kedatangan Kami kerumah Mbah Marijan. Kami mendengar beliau meninggal dalam tugas menjaga Gunung Merapi dengan posisi sujud…Selamat Jalan Mbah Marijan Moga Arwahmu di diterima disisi Nya…Aminn
ROSA…ROSA…ROSA !!!!
Pemancingan Talun Kayen
Ditulis joyolandoh di Kuliner, Pati Bumi Mina Tani pada Maret 28, 2012
Hari minggu kemarin mungkin hari yang terasa lebih spesial buat ibuku.Hari yang membanggakan karena meskipun sudah sepuh namun semangat belajarnya tetap tinggi. Satu hari sebelumnya , ibu baru selesai menjalani prosesi wisuda S1 di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Sebagai tanda kelulusan Kuliah dan sebagai wujud rasa syukur kami sekeluarga turut merayakan dengan mengajak makan bersama. Tempat yang kami tuju adalah tambak talun Kayen, menurut informasi dari teman rasa ikan gurih dan lebih segar.
Talun adalah sebuah Desa di Kecamatan Kayen, 12 km selatan kota pati. Letaknya 2 km dari jalan raya pati sukolilo sekitar. melewati persawahan yang luas.tambak yang ada terbagi dalam dua wilayah sebagian ada di Kabupaten Pati dan sebagian lagi masuk wilayah Kabupaten Kudus. Areal ini terbentuk karena dataran yang rendah sehingga sering terendam air karena banjir. Sehingga warga sekitar kemudian memanfaatkannya sebagai tambak air tawar.Saat ini banyak juga berdiri warung-warung makan untuk menambah daya tarik dan menambah pendapatan warga. disamping itu bisa menjadi wisata alternatif Kabupaten Pati.
Kami mesti nanya sampai 3 kali untuk sampai di tambak talun, sesampai disana kami memilih warung pemancingan Alaska. Pilihan ikannya ada Tombro, Nila, Mas dan Patin. Kami pun memilih ikan patin karena belom pernah mencobanya. Sambil menunggu hidangan tersedia kami ikutan mancing yang alatnya sudah disediakan pemilik warung. sekitar 40 menit ikan patin bakar sudah tersedia. tak menunggu lama kamipun menyantapnya. rasa ikannya bener-bener gurih dan dagingnya lembut. sambel nya juga pas dilidah. ikan 4 kg habis dalam sekejab. yang membuat terkejut harga nya murah. Rp 20.000/kg matang. Kamipun pulang dengan mambawa oleh-oleh 2 kg ikan patin segar.
Tour d’east Java (5) : Telaga Sarangan
Ditulis joyolandoh di Catatanku, Pribadi pada Maret 25, 2012
Tepat Pukul 10 Pagi. Kami keluar dari Kota Batu, Malang. atas saran dari pegawai hotel kami naik bus puspa indah menuju kediri. Sekitar 2 jam perjalanan kami tiba di kediri. Kemudian melanjutkan dengan pindah bis menuju nganjuk. Dari perjalanan ini kami baru tahu jika yang kami tempuh ternyata memutar. Kami seharusnya dari Batu Malang bisa langsung menuju Jombang. Kemudian naik bus jurusan Surabaya – Jogja. Tak Apalah namanya juga tour..hehehhe.. terhitung sebanyak 6 kali kami naik turun pindah bus.
Pukul 6 sore dan Hujan turun sangat lebat sewaktu kami turun di Maospati. Sudah tak ada lagi angkutan menuju telaga Sarangan. Saya biarkan istri yang saat itu mengandung 3 bulan untuk sejenak beristirahat di warung kopi, sementara saya berjalan mencari ojek atau tumpangan menuju telaga. Sekitar setengah jam berjalan, Saya melihat sebuah mobil pick up yang mengangkut sayuran sedang membeli bensin di warung dekat terminal. Saya dekati dan meminta tumpangan sampai ke Telaga Sarangan.
Telaga Sarangan terletak di perbatasan antara Jawa Timur dengan Jawa Tengah tepatnya di bagian barat Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Telaga Sarangan terletak di lereng Gunung Lawu (3.265 m). Sampai di Telaga Sarangan suasana sangat ramai. maklum saat itu weekend. Kami berdua berkeliling mencari hotel Nusa Indah milik kawan kuliah Saya. Hotel Nusa Indah berada kurang dari 100 meter dari telaga sarangan. hmm…maksut hati pengen pilih kamar yang view menghadap timur. Namun karena hotel full booked n Kami menginap gratis, akhirnya tak punya pilihan selain yang sudah di sediakan sang empunya hotel..hehehe.
……………………….
Pagi sekali kami bangun untuk menikmati sejuknya udara pagi. berkeliling danau dan mencari makan pagi, yang khas tentu pecel madiun dan sate kelinci. Disekitar telaga banyak toko yang menjajakan sovenir khas Telaga Sarangan seperti tas, kaos, sandal dan sayuran. bagi yang ingin berkeliling danau lewat darat disediakan persewaan kuda dengan tarif yang terjangkau. atau bagi yang ingin berspeedboat juga disediakan. Puas berkeliling kami kembali ke hotel.
Kunjungan ke Telaga Sarangan juga untuk memenuhi janji kepada Mas Agus Supriyanto Kawan sewaktu kuliah di Universitas Islam Jogjakarta. Saya dan Mas Agus pernah kecelakaan bersama yang hampir merengut nyawa kami berdua sewaktu perjalanan untuk Kuliah Praktek pada tahun 2002. Pada saat itu Saya berjanji untuk berkunjung saat Saya sembuh, namun janji itu baru terpenuhi 9 tahun kemudian.
Setelah kami ngobrol dengan keluarga mas Agus Supriyanto sang pemilik hotel Nusa Indah, kamipun berpamitan dengan tak lupa menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa memenuhi janji saat ini dan juga rasa terima kasih karena sudah diberi penginapan gratis.
Perjalanan Pulang ke Pati tak jauh berbeda dengan perjalanan Malang-Magetan. Kami mesti berpindah-pindah bus kecil sebanyak 7 kali. yaitu Sarangan-Magetan. Magetan-Maospati. Maospati-Ngawi. Ngawi-Cepu. Cepu-Blora. Blora-Rembang. Rembang-Pati. Menjelang isya Kami bari sampai kota Pati.
Tour d’east Java (4) : Kota Batu
Ditulis joyolandoh di Catatanku, Pribadi pada Maret 25, 2012
Setelah seharian menempuh perjalanan yang melelahkan dari Gunung Bromo, kami tiba di Batu Malang sekitar pukul 9 Malam. Lalu mencari hotel rujukan temen-temen backpaker, yang murah tentunya. Hotel Grand Palm ada di Jalan Trunojoyo kota Batu, Malang adalah salah satu yang menjadi rekomendasi mas geovani n mas nanang. harga sewa kamarnya cukup ramah di kantong, berkisar antara Rp 100.000- Rp 250.000 ( 2011). setelah dapat kamar, kami langsung bergegas mandi, Rasa lelah dan hawa dingin langsung hilang setelah mandi dengan air panas, tak butuh waktu lama buat kami untuk terlelap.
Pagi setelah makan pagi dengan nasi goreng dari hotel, kami jalan-jalan seputar Kota Batu. Tak sengaja sopir angkot yang kami tumpangi menawarkan untuk mengantar kami ke Kebun Wisata Apel. setelah tawar menawar harga carter angkot di sepakati Rp 25.000 untuk antar dan penjemputan di lokasi yang sudah ditentukan. Tak lama kami sudah ada di Gerbang pintu masuk agro wisata Kusuma di jalan Abdul Gani Atas.
Untuk memasuki arel kebun apel pengelola menyediakan seorang pemandu dari sekolah kejuruan yang ada di sekitar kota Malang. Di tempat yang udaranya sejuk ini, pengunjung bisa memetik buah langsung dari pohonnya di kebun. Harga tiket masuknya berkisar antara Rp20.000–Rp30.000 per orang, sesuai dengan paket yang diambil dengan fasilitas berupa petik 2 buah apel dan 2 buah jambu serta memperoleh sari buah apel, waffel dan kacang Jepang.
Kebun apel di sini tidak mengenal musim karena diatur per blok agar tetap produktif. Ada tiga jenis apel yang ditanam yaitu apel Rome Beauty, apel Ana dan apel Manalagi. Ciri-ciri apel Rome Beauty berwarna dominan merah sedikit warna kuning hujau, buahnya bulat, rasanya asam manis dan daging buah agak keras. Apel Ana buahnya lonjong berwarna merah hijau kuning. Sayang pada saat kami kesana hampir sebagian besar pohon apel baru terserang penyakit, sehingga buahnya tak banyak dan kecil-kecil. Sebuah toko cendera mata mini dan kedai tersedia di sini. Daftar menu prasmanan dan kedai apel disajikan dalam bentuk 3 paket pilihan dengan harga yang bervariasi. Bila ingin membawa oleh-oleh buah apel untuk keluarga di rumah, sebelum pintu ke luar kebun apel tersedia berbagai macam apel yang ditimbang lalu bayar sesuai dengan tarif yang berlaku.
Setelah puas berkeliling Kami pun menelepon sopir angkot dan bergegas pulang, Sebenarnya Masih banyak tempat wisata yang ada di Batu Malang seperti BNS, Jatim Park, Arum Jeram, Songgoriti yang letaknya berdekatan, Namun kami sudah terlanjur ada janji dengan teman untuk melanjutkan perjalanan ke Telaga Sarangan Madiun.
SEPAK BOLA PATI MAU KEMANA???
Ditulis joyolandoh di Aktifitas n Hiburan, Pati Bumi Mina Tani pada Maret 22, 2012
Siang selepas membeli dua buah bola sepak untuk anak-anak karang taruna dari toko di simpang lima pati, Saya menyempatkan mampir di Warung Belgia (Belakang Gereja Isa Almasih) Pati untuk ngadem dibawah pohon kersen sambil menikmati jus tomat yang nyusss.
Tak lama berselang datang pak Eddy Hoo, orang banyak mengenalnya karena kegilaannya kepada sepak bola. Dan di siang yang terik itu Saya merasa beruntung bertemu dengan manusia gila semacam beliau. Sebelumnya Saya juga pernah bertemu dengan Om Jackson, pemilik Salza restaurant yang gila dengan tenis meja, kedua orang tersebut mempunyai integritas untuk membina olah raga yang dicintainya,
Menyimak perkembangan Sepakbola yang ada di Pati rasanya seperti melihat mobil mogok di tanjakan.tak bisa hidup, tak ingin maju kalo perlu mlorot aja. Hal inilah yang di keluhkan pak Eddy Hoo. Persipa sebagai barometer sepakbola di Pati tak menunjukkan peran apa-apa dalam pembinaan Sepak bola. Kompetisi antar klub yang diharapkan sebagai pembinaan bibit muda sepak bola mati suri di tengah geliat antusiasme anak muda terhadap sepakbola. Pengurus yang ada hanya berpikir bagaimana caranya menyunat dana rakyat yang tersalur lewat sepak bola.
Sambil meminum jus yang ada di depannya Pak Eddy melanjutkan keluhannya. Beliau mempertanyakan pola pikir pengurus yang tak ingin Persipa maju. Seolah-olah mereka hanya ingin memanfaatkan regulasi dari surat edaran mendagri untuk kepentingan sendiri. Semua orang tahu jika Persipa promosi ke divisi utama atau lebih tinggi lagi, maka mereka tak lagi di ijinkan untuk menikmati dana APBD. Arahnya kemana kita semua sudah tahu. ..”ssssttttt untuk yang ini jangan bilang kalau aku yang kasih tahu.” bisik pak Eddy Hoo kepadaku.
Moment reorganisasi pengurus Persipa harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan cengeng karena Pejabat publik tak lagi dibolehkan merangkap jabatan seperti Persipa.Saatnya kita Para GILA BOLA menunjukkan semangat bahwa mampu membawa sepak bola pati menuju yang lebih baik. Hati-hati terhadap orang yang ngaku gila bola namun hanya pengen “Nyari Bola” di Persipa. Maka pilihlah Ketua Umum Persipa yang MAMPU, MAU dan PUNYA WAKTU..n jangan lupa yang GILAAAA.
Semangat Persipa…LASKAR SARIDIN siap mendukungmu……….
Group Njagong Bareng Cah Landoh
Ditulis joyolandoh di Catatanku, Pribadi pada Maret 20, 2012
Baru berjalan sekitar 1 minggu group facebook “Njagong Bareng Cah Landoh” saya buat. berawal perasaan ingin bertemu dengan kalangan muda Desa Jatimulyo dimana saya menjabat menjadi kepala Desa. namun karena terbatasnya waktu, keinginan itu tak kunjung terpenuhi. Mereka mempunyai banyak aktifitas yang tak mungkin saya akomodasi secara keseluruhan. hal ini juga demi lebih mendekatkan aktifitas Saya dengan kegiatan anak muda desa sehingga saya mampu menangkap apa menjadi keinginan mereka. Group ini juga bisa menjadi jembatan jika mereka ingin untuk bertemu secara langsung dengan Saya namun ada rasa sungkan atau ewuh.
Saya terkejut dengan respon yang diberikan.Seperti kran air yang lama tersumbat, tatkala terbuka seakan tak pernah berhenti mengalir.Mereka menemukan media baru untuk mengekspresikan segala keluh kesah,sanjungan ataupun kritikan. Semuanya tak Saya larang, Saya justru senang dengan antusias yang mereka tunjukkan. Saya mempunyai keyakinan group ini akan menjadi cikal bakal dari proses pembelajaran dari anak muda untuk belajar mengeluarkan pendapat melalui tulisan dengan rasa tanggung jawab dan sedikit intelektual tanpa harus ada debat kusir apalagi tindakan anarkis.
Anggota yang sudah terdaftar sekitar 75 orang dan itu baru sekitar 30% dari jumlah total anak usia remaja yang ada di Desa Jatimulyo.Kedepan harapan Saya semua anak muda, bisa jadi mewakili seluruh rumah tangga yang ada di Desa Jatimulyo melek informasi dan mampu menggunakan internet. Sehingga semua informasi yang ada bisa langsung terakses kerumah penduduk kurang dari 5 menit.
Antusias dan semangat yang mereka tunjukkan tentu harus di jaga bersama-sama, agar kehadiran group ini membawa manfaat bagi mereka sendiri. Rencana kedepan Desa Jatimulyo mempunyai website yang bisa memberikan informasi yang faktual dan transparan mengenai kegiatan Desa, serta menampung berbagai artikel dari warga yang mempunyai nilai informasi sebagai bentuk rasa memiliki Desanya..Amin..
Rebutan Bola ala Pengurus Sepak Bola
Ditulis joyolandoh di Catatanku, Opini pada Maret 20, 2012
Rasanya pengen meringis setelah membaca koran harian pagi ini..Selamat Kepada La Nyalla Ketua terpilih PSSI Tandingan yang telah menambah daftar lucunya negeri ini.dan segenap penggemar setia sepakbola akan segera menanggung derita yang tak berujung tatkala FIFA sang emaknya organisasi bola mengirim sanksi.
ikwal rebutan organisasi tak hanya terjadi di PSSI.PDI Perjuangan dan sebagian banyak partai politik ( seperti PKB,PKP, Golkar ) juga dulu juga pernah mengalami. organisasi yang katanya kerukunan dan dan persatuan juga tak luput dari ontran-ontran rebutan seperti HKTI ( himpunan kerukunan tani indonesia ) dan SPSI ( serikat pekerja seluruh indonesia ).dan mungkin masih banyak rebutan-rebutan yang laen.
Trenyuh..hanya itu yang bisa terucap, tatkala antusias sebagian besar penduduk indonesia mulai menikamati suguhan permainan sepakbola.Justru pengurusnya tak mampu menjadikannya untuk berbenah menuju yang lebih baik.ego yang berlebihan menjadikan selisih paham diantara mereka tak pernah terselesaikan.bisa jadi basis massa dari suporter sepak bola yang besar menjadikan PSSI sebagai ajang perebutan pengaruh.hal ini mengingat kubu yang sedang berselisih paham mempunyai background partai politik yang sedang mencari pendukung.
Jika perselisihan ini tak juga terselesaikan, tak hanya pemain dan pelaku Sepakbola saja yang dirugikan, namun berimbas kepada banyak hal. Mulai dari pedagang kaos, sepatu, aksesoris, warung makan bahkan sampai kepada tukang parkir. Mereka yang menggantungkan hidup kepada Sepak bola akan terpengaruh sebagai akibat perselisihan ini.
Semoga saja Perselisihan dan dualisme organisasi PSSI ini segera terselesaikan. Sehingga Lapangan Sepakbola di Desa Jatimulyo yang baru saja saya renovasi tidak hanya menjadi tempat bermain, namun akan menjadi persemaian bibit-bibit muda Garuda yang penuh harapan






















cuit-cuit nya temen